February 18th, 2013 @ // No Comments

“Kerjasama BKM Maju Pratama Desa Kedondong dengan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dalam Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK)”
oleh Slamet Sutrisno

Desa Kedondong merupakan salah satu desa yang termasuk dalam kecamatan Sokaraja, dan berjarak 9 Km dari pusat Kota Purwokerto yang merupakan Ibukota Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Desa Kedondong memiliki luas 92.080 Ha yang terdiri dari area persawahan, lahan kering, pekarangan, perumahan serta fasilitas umum lainnya.

Desa Kedondong merupakan Desa yang memiliki  lahan pertanian yang cukup luas dan sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai petani. Oleh karena itu masyarakat Desa Kedondong berupaya untuk menjadikan pertanian sebagai maskot utama yang bisa dibanggakan, maka masyarakat secara progresif melakukan suatu aksi transformasi untuk mengembangkan dan memajukan potensi pertanian tersebut. Dengan usaha tersebut diharapkan masyarakat Kedondong dapat meningkatkan kemampuan dalam mengolah potensi pertaniannya melalui integrasi usaha ekonomi masyarakat, pemberdayaan manusia, serta melalui penataan sarana dan prasarana yang mumpuni tanpa adanya rasa mengurangi kualitas lingkungan.

Masyarakat Desa Kedondong pada umumnya mendukung program pemerintah dalam mensukseskan Gerakan Indonesia Hijau (Indonesia Go Green) melalui usaha pertanian organiknya. Pengembangan konsep pertanian organic ini tidak lepas dengan semangat masyarakat dalam membangun kembali kemandirian petani tanpa harus tergantung pada industry penghasil benih, pupuk, pestisida dan pengatur pasar, adanya keinginan masyarakat untuk menghasilkan pangan yang sehat, memperbaiki agro-ekosistem, menggunakan input pertanian lokal yang meningkatkan kemandirian petani dan tentu saja memperbaiki pranata kehidupan sosial.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita masyarakat membangun dan mengembangkan pertanian organik terpadu (Integrated Organic Farming), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Maju Pratama Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, telah berhasil menjalin kemitraan dengan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hal ini dibuktikan dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama atau MoU kegiatan pendampingan tim ahli dalam penguatan kelompok agropolitan.

Kerjasama ini diawali dengan kunjungan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Maju Pratama dan Pemerintah Desa Kedondong ke Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 23 Maret 2012 dalam rangka penjajagan kerjasama penguatan kelompok agropolitan. Kunjungan ini diikuti oleh Koordinator BKM, Bapak Slamet Sutrisno, S.Pd. dan Kepala Desa Kedondong, Bapak Amin Sachuri yang didampingi oleh perwakilan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Bapak Riyadi dan Bapak Elis Suyadi, serta Tenaga Ahli Pemasaran dan Fasilitator PNPM Mandiri Perkotaan.

Dalam pertemuan dengan Dekan Fakultas Pertanian Unsoed beserta jajarannya, dibahas rencana kerjasama yang akan melibatkan kedua belah pihak. Kerjasama ini bertujuan untuk menyukseskan program pembangunan Kawasan Agropolitan Kedondong yang merupakan bagian dari program Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) PNPM Mandiri Perkotaan.

Foto: Kunjungan BKM dan Pemdes Kedondong ke Fakultas Pertanian Unsoed

Kesimpulan dari pertemuan tersebut adalah disepakatinya MoU antara BKM Maju Pratama Desa Kedondong dan Fakultas Pertanian Unsoed, dalam kegiatan Pendampingan Tim Pengabdian Dosen dalam kegiatan penguatan kelompok agropolitan dalam mewujudkan Desa Kedondong menjadi sentra agropolitan yang mandiri dan berbudaya.

Kesepakatan tersebut kemudian diwujudkan segera dengan kegiatan penandatanganan MoU. Pada hari Sabtu tanggal 21 April 2012 dilaksanakanlah kegiatan “Launching Joglo Tani Kawasan Agropolitan” di Desa Kedondong. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan kawasan agropolitan kepada masyarakat secara umum serta kepada pihak-pihak terkait. Dalam acara ini, dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama BKM Maju Pratama Desa Kedondong dengan Fakultas Pertanian Unsoed dalam kegiatan pelatihan dan penguatan kelompok agropolitan. Acara ini dihadiri oleh rombongan Fakultas Pertanian Unsoed yang diwakili oleh Pembantu Dekan I, Bapak Camat Kecamatan Sokaraja, Pemdes, anggota BKM, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Kedondong.

Dalam kesempatan kali ini masyarakat mendapat banyak informasi mengenai kegiatan agropolitan yang sudah ada di daerah lain. Dengan informasi tersebut diharapkan masyarakat desa dengan KSM-nya mampu menyerap serta mengaplikasikannya di Desa Kedondong pada masa yang akan dating, tentunya dengan bimbingan tenaga ahli dari Fakultas Pertanian Unsoed. Dengan ditandatanganinya MoU kerjasama BKM Maju Pratama Desa Kedondong dengan Fakultas Pertanian Unsoed maka KSM Desa Kedondong akan mendapatkan bimbingan berupa technical assistance dari para tenaga ahli dalam mewujudkan pertanian organik terpadu (integrated organic farming) melalui kawasan Kedondong Agropolitan Center.

Foto: Penandatanganan MoU Kerjasama

Dalam pelaksanaan kerjasama antara Fakultas Pertanian Unsoed dan BKM Maju Pratama Desa Kedondong dilaksanakan pelatihan dan pemberian technical assistance dari para ahli pertanian secara kontinyu sehingga tercapai peningkatan skill dan kapasitas para petani. Tujuan dari kegiatan tersebut antara lain:

  1. Mengembalikan sistem pertanian masyarakat dari anorganik menjadi organik.
  2. Meningkatkan wawasan dan skill masyarakat dalam penerapan sistem pertanian terpadu.
  3. Meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil pertanian.

Pembimbingan dari para ahli tersebut meliputi aspek skill dan penguatan kelompok hingga tercipta kelompok tani yang mandiri, serta mampu berkreasi dan berinovasi menuju masyarakat yang sejahtera. 

Foto: Pelatihan Pertanian dan Perikanan dari Dosen Pertanian Unsoed

Foto: Praktek Pembuatan Pupuk Organik

Foto: Kunjungan Advisory PNPM MP Pusat dan Ketua TKPKD ke Kawasan Agropolitan Center

Perlu diketahui, pada saat ini pembangunan Kawasan Agropolitan Center Desa Kedondong telah mencapai tahap akhir dimana yang sudah terbangun antara lain: kios-kios usaha kecil, gedung joglo (balai pertemuan tani), gedung koperasi tani, kolam pembesaran ikan, kandang komunal untuk peternakan sapi, dan tempat pengelolaan sampah, serta tempat pembuatan pupuk. Untuk itu sangat diharapkan pihak pemerintah atau swasta dan CSR yang perduli pada pemberdayaan, agar bisa menananamkan investasinya dengan kerjasama saling menguntungkan, menjadi mitra petani dan BKM Kedondong dalam usaha mewujudkan sistem pertanian terpadu ini.

Dengan adanya kerjasama BKM Maju Pratama Desa Kedondong dengan Fakultas Pertanian Unsoed serta datangnya investor swasta dan CSR diharapkan akan terciptanya sinergi dalam usaha pemberdayaan masyarakat lemah khususnya petani, dalam usaha menerapkan kembali pertanian yang ramah lingkungan, mendukung program pemerintah yang bertajuk go green, dan pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru guna mencapai cita-cita bersama berupa kemandirian dalam kesejahteraan yang merata. Semoga.[]

Slamet Sutrisno – Koordinator BKM Maju Pratama
Jl. Raya Sokaraja-Ledug Km.3 Kaliakum Kedondong
Sokaraja Banyumas Jateng
HP. 081542625906
Website: www.kedondongagropolitan.com