Site Overlay

(Opini) Bisnis Masjid, Ya atau Tidak

Oleh Rasyid Ridho
facebook || instagram

Bicara soal masjid tentu mengarah ke agama, wah sudah agak sulit dan sensitif. Apalagi di awali dengan bisnis, menambah tantangan dalam mengkajinya. Teman saya, belum teman juga sih curhat tentang bisnis masjid. Intinya menjual jasa serta pelayanan penyediaan tempat ibadah yang nyaman, aman, dan steril bersertifikat. Jual beli fasilitas ibadah, Apakah boleh? Sebentar, saya jelaskan.

Jadi “usaha” masjid itu ya… Menyediakan masjid sebagai tempat ibadah dan menerima imbalan dari jasa tersebut. Berarti sama dengan bisnis properti tapi dalam ini adalah masjid? Tidak. Begini penjelasannya.

Menyikapi bahwa masjid itu menjadi tempat ibadah tentu banyak orang yang datang berbagai arah penjuru dan latar belakang. Tentu tidak kita pungkiri orang-orang tersebut tentu membawa berbagai macam bibit penyakit, entah itu virus, bakteri, jamur dan lain macam hal sebagainya yang sifatnya mudah menular ke orang lain. Berangkat dari hal tersebut, mas Ridho mempunyai ide menyediakan tempat pelayanan ibadah yang menunjang kekhusu’an dalam bermunajat kepada-Nya.

Sering mas Ridho menemui cerita kehilangan sendal, kehilangan motor dll, namun bukan masalah itu yang mendasar sehingga akan terbangunnya masji steril bersertifikat ini. Keadaan manusia yang keluar masuk dan singgah beribadah di masjid kemungkinan besar dia meninggalkan pula bibit-bibit penyakit. Bahkan terhitung perhari ini isu virus corona telah melumpuhkan aktifitas masjid di berbagai tempat karena disinyalir masjid sebagai salah satu terminal penularan virus tersebut.

Bisnis ini sebenarnya cukup sederhana, kita hanya membangun sebuah masjid (dengan dana pribadi) yang menjamin keamanan, kenyamanan dan kekhusu’an dan kesehatan. Rinciannya adalah sebagai berikut.

Nyaman. Masjid ini nanti dengan ruangan ber AC, kamar mandi dan toilet yang bersih serta terjamin suci. Ada sekat tertentu untuk anak-anak dan orang dewasa ketika shalat.

Aman. Jadi ketika beribadah, kita tidak khawatir tentang keamanan barang bawaan. Sehingga kita menjadi lebih fokus beribadah.

Steril. Saat jama’ah memasuki kawasan masjid akan melalui 1 pintu pengecek temperatur suhu dan sterilisasi pengunjung melewati sebuah lorong khusus yang mampu membunuh bibit-bibit penyakit. Masjid ini akan dibersihkan setiap kali usai digunakan dengan pembersihan prima meliputi kebersihan yang sifatnya kotor dan penyemprotan desinfektan di segenap sisi dan penjuru masjid.

Sertifikasi steril, aman dan nyaman akan selalu kita utamakan dan upayakan selalu. Maka dari itu, kita bekerjasama dengan lembaga terkait untuk mendapatka sertifikasi tersebut. Untuk itu, setiap kali ada jama’ah yang akan menggunakan masjid maka dikenakan biaya saat masuk sebesar yang telah ditentukan.
Apakah bisa pelayanan tempat ibadah diperjualbelikan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *