Sekolah Pada Masa Pandemi

Sekolah Pada Masa Pandemi

BERSEKOLAH DI ERA PANDEMI

Pandemi COVID-19 Masih belum usai, mungkin hingga tahun 2022. Banyak aspek yang berubah sejak pandemi ini. Salah satunya adalah pendidikan.

Kegiatan tatap muka masih yang seperti biasa dilakukan pada proses belajar mengajar mulai dihentikan. Namun, kegiatan pembelajaran harus tetap berlangsung. Belajar daring, istilahnya.

Belajar dari sama-saja dengan belajar seperti biasa, namun kali ini terjadi secara virtual. Maksudnya interaksi anatara siswa dan guru dilakukan melalui video call.

Sebenarnya belajar daring bukanlah sesuatu yang sulit. Namun jika terjadi dadakan seperti ini akan sangat menyusahkan. Berikut ini adalah hal-hal yang saya rasa sulit melakukan kegiatan daring :

Sinyal Internet yang Kurang Stabil
Karena melalui video conference, maka bandwith internet yang dibutuhkan haruslah kuat juga. Padahal, jaringan internet di Indonesia saja jauh dari kata cukup (belum baik lho predikatnya). Hal itu memang bukan menjadi masalah bagi teman-teman kita yang berada di wilayah perkotaan atau tidak jauh. Bagi saya yang tinggal di desa, ini sangat-sangat menyusahkan.

Peralatan yang Memadai
Sudah susah karena sinyal, ternyata masih ada hal yang menjadi penghalang. Ya, perangkat yang digunakan.

Memang saya akui, umumnya semua smartphone atau laptop dari 3 tahun lalu sudah bisa melakukan video conference. Tapi perlu diingat tidak semua siswa itu dari golongan mampu. Saya sempat miris ketika dengar cerita ada anak-anak yang bekerja sehari-hari demi membelu sebuah handphone, dan kuota tentunya. Apalagi bekerja diwaktu sekarang itu susah sekali dan lagi-lagi karena covid-19.

Kualitas Belajar Mengajar
Teori, teori, dan teori. Para pembuat kurikulum mungkin merasa jika video conference ini akan menjadi cara efektif untuk kegiatan belajar mengajar. Padahal, saya berani survey kepada anak didik mana yang lebih dalam memahami pelajaran, melalui video conference atau tatap muka langsung. Belum lagi tidak sedikit para tenaga pendidik itu masih (maaf) gaptek dalam mengoperasikan gadget.

Memang bencana ini menjadi masalah (atau dimasalahkan sih). Saya sedih dengan keadaan sekolah saat ini. anak-anak tidak ada lagi cerita bersama teman saat di sekolah. Padahal kalau boleh jujur, saya lebih ingat pengalaman saya bersama teman-teman di sekolah daripada pelajarannya hehehe. Kalau sekarang, entahlah.

Gedung sekolah yang dulunya merupakan “Gedung Hidup” di mana setiap hari ada tawa-riang dari anak-anak sekolah, kini laksana bangunan kosong yang lama tak dijamah. Daun-daun kering berguguran di halaman sekolah menambah suasana suram sekolah.

Hmm, sudah lama aku tidak melihat para siswa yang berjajar diluar pagar ketika hari senin pagi, karena mereka terlambat mengikuti upaca. Atau sekedar antri bersama anak-anak sekolah di tempat fotocopy.

Semoga semuanya segera berakhir.

 

2 tanggapan untuk “Sekolah Pada Masa Pandemi

  • Februari 4, 2021 pada 4:27 pm
    Permalink

    Bismillah…
    Setuju mas, memang kondisi saat ini sangat memprihatinkan terutama dalam bidang pendidikan.
    Contohnya saja penerapan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ)..

    Memang sih, di beberapa sekolah mempunyai bnyak alternatif, contohnya saja pembelajaran melalui video conference. Namun, sebagian besar sekolah bnyak mengalami kesulitan seperti yang mas katakan di blog ini..

    Saya sendiri sebagai guru SMP. Merasa kesulitan dalam PJJ ini. Apalagi Sekolah saya berada di Desa.

    Semoga Pandemi ini cepat berakhir, dan kita kembali beraktivitas seperti Biasanya..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *