Spider-Man, kesederhanaan yang menjadi favorit

 

Spider-man, salah satu frachcise dari seri pahlawan Marvel atau lebih kita kenal dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) baru-baru ini menjadi tren di antara kita. Tepat di akhir tahun 2021, Spider-man No. Way Home seakan menjadi obat manjur akibat sakit yang di derita industri perfilman akibat pandemi Covid-19 ini.

Spider-man memang menjadi salah satu seri pahlawan yang cukup banyak penggemarnya dibanding anggota “Avengers”yang ada. Bahkan sebelum menjadi bagian dari MCU, Spider-Man memang mampu mengambil hati para penikmat superhero ketika masih berada di seri Spider-Man Original dan The Amazing Spider-Man. Mengimbangi si Jenius Tony Stark dalam kostum besi Iron Man, Peter Parker menjadi sosok yang “lebih baik” menurut saya.

Bukan karena kekuatan, atau kehebatan yang dimiliki Spider-Man menjadi tokoh yang saya idolakan dibandingkan dengan tokoh Super Hero lainnya. Tak lain dan tak bukan adalah kesederhanaan. Mungkin frasa “The Friendly Neighborhood Spider-Man” sudah cukup melukiskan kehebatan Spider-Man. Namun akan saya bahas lebih jelas untuk hal ini.

Spider-man, alih-alih melawan penjahat kelas kakap atau bahkan alien yang menginvasi bumi (meski pada akhirnya turut serta dalam melawan Thanos di seri The Avengers) Spider-man mengawali karir nya sebagai pahlawan rakyat jelata. Maksud saya, dia melawan penjahat-penjahat kecil seperti pencopet, maling bahkan tukang bully. Yang mungkin saja tidak dilakukan oleh superhero lainnya yang justru sibuk menangani penjahat kelas kakap. Ya memang tidak salah. Namun keresahan rakyat jelata akibat kriminalitas “kecil” memang perlu ada yang menangani. Sehingga di komiknya Spider-Man mempunyai slogan yang cukup unik, Spiderman Tetangga yang Baik. Saya sangat suka itu.

Sebuah kecelakaan yaitu digigit laba-laba membuat sang tokoh Peter Parker mempunyai kekuatan super. Dia mampu berjalan di dinding, mempunyai indera yang mampu merasakan ancaman bahaya, dan tentu saja kekuatan yang super. Bahkan diseri awal, dia mampu menembakkan jaring laba-laba dari tubuhnya, meski pada seri-seri setelahnya dia menggunakan sebuah alat namun tidak mengurangi kehebatan dan kekaguman saya terhadap spider-man ini. Oya saya hampir lupa, ada sebuah kata mutiara terkait dengan kekuatan yang ada di tiap seri Spider-Man yang saya sangat suka. Kira-kira artinya begini, “DIBALIK KEKUATAN YANG BESAR, AKAN ADA TANGGUNG JAWAB YANG BESAR” dan selalu disampaikan dalam momen-momen yang cukup memorable. Tonton saja ya teman-teman, biar dapet feelnya hehehe.

Kekuatan mungkin sudah biasa bagi seorang superhero namun yang perlu kita perhatikan adalah latar belakang tokoh utama dalam pemeran spider-man ini. Peter Parker, seorang siswa yang lahir dari keluarga miskin dan sering dibuli disekolah. Seorang anak yatim piatu, dia diurus oleh bibi dan pamannya. Tidak ada yang istimewa dari tokoh utama kita satu ini. Bahkan kalau boleh saya bilang termasuk anak yang kurang beruntung. Sehingga dia mengalami masalah-masalah yang orang biasa hadapi. Hubungan dengan pacar dan sahabat yang rumit, ekonomi, dan sulitnya pekerjaan hehehe. Namun dibalik semua itu Peter adalah sosok yang cerdas, bahkan bisa dibandingkan dengan Tony Stark sang jenius dari Avengers namun tetap rendah hati.

Namun karena diperankan oleh anak remaja, watak spider-man masih jauh dari perwatakan pahlawan-pahlawan yang ada. Santai, dan cenderung masih labil, namun justru itu yang membuat saya menjadi semakin suka dengan spider-man ini. Superhero juga seorang manusia biasa yang perlu banyak belajar, bukan sosok sempurna.

Superhero kok dibully atau tidak mendapatkan perlakuan istimewa seperti anggota superhero lain? Nah disini puncak kekaguman saya kepada spider-man ini. Identitas Peter Parker yang sejatinya adalah seorang superhero hebat dirahasiakan dengan dia. Bukankah itu biasa? Sebenarnya iya, namun Stan Lee salah satu maestro dari Spider-Man menjelaskan, “Spider-Man adalah sosok sempurna untuk seorang tokoh pahlawan, kamu tidak tahu siapa yang ada di dalam kostum itu, bisa saja pria atau wanita, kulit putih atau hitam, kamu tidak akan pernah tahu, yang kamu tahu hanya dia adalah spider-man. Artinya setiap orang bisa menjadi superhero”. Cukup singkat dan dalam. Setiap orang bisa menjadi seorang pahlawan, entah dari mana asalmu, yang penting kita bermanfaat bagi orang lain.
Sekian dari saya terimakasih.

Hari Written by:

suka makan mie instant dan coca cola. Sering dibilang introvert, padahal cuma malas ketemu orang-orang.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.